Kamis, 16 Oktober 2014

Sistem Informasi Akuntansi Pabrik Genteng

Kata Pengantar

            Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan berkat rahmat dan hidayah-Nya jualah saya dapat menyelesaikan tugas makalah Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi Pabrik Genteng”.
            Sebagaimana judul diatas, makalah  ini disusun untuk membuka wawasan kita sebagai mahasiswa untuk lebih mengenalapa itu basis data,modelling dan aplikasi, termasuk hal-hal lain yang berkaitan dengan itu serta dapat memahami dan dapat mengamalkan ilmu yang ada didalammya yang dapat dimanfaatkan di masa yang akan datang.


Bab I

Pendahuluan

Informasi Akuntansi dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Namun praktek akuntansi keuangan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih rendah dan memiliki banyak kelemahan (Suhairi, 2004; Raharjo & Ali, 1993; Benjamin, 1990; Muntoro, 1990). Pihak bank dan fiskus seringkali mengeluhkan ketidakmampuan dan atau kelemahan-kelemahan UKM dalam menyusun laporan keuangan. Benjamin (1990) berpendapat bahwa kelemahan UKM dalam penyusunan laporan keuangan itu antara lain disebabkan rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahamam terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan Muntoro (1990) berpendapat bahwa rendahnya penyusunan laporan keuangan disebabkan karena tidak adanya peraturan yang mewajibkan penyusunan laporan keuangan bagi UKM.
Standar akuntansi keuangan yang dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan harus diterapkan secara konsisten. Namun karena UKM memiliki berbagai keterbatasan, kewajiban seperti itu diduga dapat menimbulkan biaya yang lebih besar bagi UKM dibandingkan dengan manfaat yang dapat dihasilkan dari adanya informasi akuntansi tersebut (cost-effectiveness). Di samping itu, tersedianya informasi yang lebih akurat melalui informasi akuntansi yang dihasilkan diduga tidak mempengaruhi keputusan atas masalah yang dihadapi manajemen (relevance).
Studi awal yang dilakukan dengan jumlah responden yang terbatas, yaitu terhadap Akuntan Publik dan Akuntan yang bekerja sebagai analis kredit Bank di Sumatera Barat membuktikan bahwa SAK lebih relevance dan lebih cost-effectiveness bagi perusahaan besar dibandingkan UKM (Suhairi & Wahdini, 2006). Studi yang sama juga pernah dilakukan di beberapa negara, dan menyimpulkan bahwa Standar Akuntansi yang dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan overload(memberatkan) bagi UKM (Williams, Chen, & Tearney, 1989; Knutson & Hendry, 1985; Nair & Rittenberg 1983; Wishon 1985). Hal ini telah mendorong komite Standar Akuntansi Internasional (The International Accounting Standards Board) untuk menyusun Standar Akuntansi Keuangan yang khusus bagi UKM (Satyo, 2005).
Sekalipun memberatkan, penelitian tentang jenis informasi akuntansi yang disajikan dan digunakan oleh perusahaan kecil di Australia mengungkapkan bahwa informasi akuntansi utama yang banyak disiapkan dan digunakan perusahaan kecil adalah informasi yang diharuskan menurut undang-undang (statutory), yaitu Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas (Homes, 1986; Homes & Nicholls, 1989). Dalam penelitian ini juga terungkap bahwa sebahagian besar UKM yang menjadi responden tidak mampu menyiapkan sendiri informasi akuntansi yang diperlukannya, sehingga perusahaan meminta jasa Akuntan Publik (Homes & Nicholls, 1989).
Studi ini merupakan lanjutan dari penelitian yang pernah dilakukan oleh Suhairi dan Wahdini (2006), dengan memperbanyak jumlah dan profesi responden dan juga lokasi penelitian, tidak hanya di Sumatera Barat tetapi juga di Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi responden terhadap relevance dan cost-effectiveness SAK bagi usaha besar dan UKM.

Bab II

Landasan Teori

Kerangka Teori

Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfugsi dengan tujuan yang sama(Ahall james, sistem informasi akuntansi, 2006:3)
Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen – komponen yang saling berhubungan, yang berinterasi untuk mencapai suatu tujuan- tujuan(romney, paul john steinbart,sistem informasi akuntansi, 2006:3)

Sistem adalah Sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi, 2003:2). 

Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan ( Zaki Baridwan, 1994:3)

Dari kempat definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah prosedur atau susunan yang saling berhubungan antara bagian yang satu dengan yang lain dan antara komponen yang satu dengan yang lain yang telah dikoordinasikan sedemikian rupa untuk melaksanakan suatu fungsi demi mencapai tujuan yang sama. 

Sistem informasi manajemen menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi yang berorientasi pada keputusan, untuk para manajer. Sistem informasi manajemen menyediakan berbagai informasi di luar yang berkaitan dengan data processing dalam organisasi. 
Sistem informasi menyadari bahwa para manajer di dalam organisasi mengunakan dan membutuhkan informasi untuk dasar pengambilan keputusan, dan bahwa sistem informasi berbasis komputer dapat menyediakan informasi kepada manajer.

Banyak organisasi yang menerapkan konsep sistem informasi manajemen untuk bidang – bidang fungsional tertentu dalam organisasi, seperti sistem pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia.

Sistem informasi pemasaran adalah sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan oleh fungsi pemasaran. Informasi tersebut banyak disediakan oleh sistem informasi akuntansi.

Sistem informasi produksi adalah sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan oleh fungsi produksi. Informasi tersebut banyak disediakan oleh sistem informasi akuntansi.

Sistem informasi sumber daya manusia adalah sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi untuk diguakan oleh fungsi sumber daya manusia ( yaitu fungsi kepegawaian). Informasi tersebut banyak disediakan oleh sistem informasi akuntansi.

’’An acconting information system(AIS) is a system that collects, records, stores, and processes data to produce information for decision makers’’(romney, 2006:6).
’’Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi’’(george H. Bodnar, william S. Hopwood, sistem informasi akuntansi, 2003:1)
‘’Sistem informasi akuntansi adalah seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data’’(Midjan, Azhar susanto, sistem informasi akuntansi, 2003:11)
Berdasarkan ketiga definisi diatas, pengertian sistem informasi akuntansi dapat disimpulkan sebagai seperangkat sumber daya manusia dan sumber modal di dalam suatu organisasi yang berkewajiban dalam pengelolaan data akuntansi untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan yang berguna sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Bab III

Pembahasan

Berikut ini adalah sistem informasi akuntansi dari perusahaan genteng yang saya rangkum :

Profil Perusahaan

Nama Pemilik: 
SALIMIN
Bentuk Perusahaan: 
Perorangan
Alamat: 
Nglarangan Kebak RT 04/01 Kebakkramat Karanganyar
Kecamatan: 
Kebakkramat
Kabupaten: 
Karanganyar
Nomor Komunikasi: 
0888 2910833 / 085 867 098 448
Usaha Utama: 
Manufaktur
Produk Utama: 
Genteng
Jumlah Tenaga Kerja: 
Kurang dari 5 orang
Daerah Pemasaran: 
Lokal 
Regional
Target Pasar utama: 
Atas 
Menengah 
Bawah
Omzet Penjualan per tahun: 
Rp. 35.520.000,00
Total Aset diluar Tanah dan Bangunan: 
Rp. 25.920.000,00
Gross Profit Margin: 
30,00% per tahun
Kebutuhan Kredit versi Responden: 
Rp. 20.000.000,00
Taksiran Nilai Aset: 
Rp. 670.000.000,00
Analisis kebutuhan kredit modal kerja: 
Rp. 321.000,00
Kepemilikan SIUP-TDP: 
Tidak punya

UKM atau usaha kecil menengah ini memang merupakan salah satu peluang bisnis yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Perannya yang besar dalam membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia memang pantas untuk mendapatkan perhatian.
Manfaat bisnis UKM ini sudah banyak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia yang kreatif dan mau berusaha. Bahkan anda sebagian dari UKM yang telah mampu mendapatkan omset lumayan setiap bulannya karena terus mengembangkan usaha tersebut. Keberhasilan dari beberapa UKM tersebut pastinya tidak akan bisa lepas dari manajemen SDM untuk UKM.
Sebagai usaha kecil menengah, UKM memang membutuhkan manajemen SDM yang baik sehingga SDM yang dipilih benar-benar memberikan kontribusi berarti untuk UKM.
Manajemen SDM itu sendiri merupakan perencanaan, pengembangan, perbaikan, dan juga evaluasi kinerja semua karyawan yang mana langkah ini berfungsi untuk melihat efektifitas setiap hal yang sudah dikerjakan. Hal ini merupakan bagian penting dari manajemen SDM untuk UKM sehingga bisnis kecil ini bisa memberikan hasil yang besar.
Secara administratif, ada beberapa hal yang meliputi manajemen SDM untuk UKM diantaranya adalah :
a. Penyusunan struktur organisasi UKM itu sendiri yang meliputi manager atau Koordinator, sekretaris, bendahara, hingga anggota, dan lain-lain.
b. Seleksi, rekrutme, hingga PHK pada SDM yang benar-benar harus diperhatikan, dengan tujuan agar bisnis UKM yang dijalankan bisa berhasil.
c. Pelatihan yang diikuti oleh pengembangan setiap SDM juga merupakan bagian dari manajemen SDM untuk UKM. Pelatihan dan pengembangan ini difungsikan untuk memberikan pengetahuan yang lebih matang kepada setiap karyawan sehingga mereka memiliki modal pengetahuan yang memdai untuk mengelola UKM.
d. Membuat kebijakan dan juga prosedur untuk memberikan kesejahteraan serta kewajiban karyawan juga bagus untuk diberikan. Hal tersebut biasanya meliputi, kedisiplinan, asuransi, fasilitas karyawan, dan lain-lain.
e. Dokumentasi data karyawan merupakan kebijakan administratif yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap UKM.
f. Administrasi lain yang juga tidak kalah penting adalah upah karyawan.
Untuk mendukung sistem manajemen yang baik, hal-hal mengenai SDM atau karyawan secara adiministratif juga merupakan bagian yang penting. Sedangkan secara pelaksanaan, setiap UKM yang memiliki 25 karyawan lebih harus memiliki peraturan perusahaan yang mana telah diatur oleh DEPNAKER dan transmigrasi.
Secara pelaksanaan , tahap awal manajemen SDM untuk UKM yang harus dilakukan adalah perencanaan yang mana dalam tahap ini UKM harus menentukan jumlah karyawan yang akan dibutuhkan.
Perencanaan ini meliputi berbagai hal diantaranya adalah berapa banyak jumlah karyawan, hal-hal yang harus dilakukan oleh karyawan, kemampuan yang harus dimiliki oleh karyawan, dan lain sebagainya. Selain itu struktur yang jelas dalam UKM juga merupakan bagian penting dari manajemen.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan seleksi terhadap keryawan yang akan direkrut. Ingat jangan sampai anda merekrut karyawan dengan asal-asalan jika anda mengharapkan bisnis yang anda jalankan menjadi sukses.
Proses rekrutment ini akan memberikan kesempatan bagi anda untuk menentukan calon karyawan yang berpotensi dan memiliki komitmen serta loyalitas yang tinggi. Dengan begitu, UKM tidak akan sering mengganti karyawannya.
Manajemen SDM untuk UKM selanjutnya adalah dengan melakukan proses evaluasi dan pengembangan. Tahap ini untuk mengetahui efektifitas dari setiap tugas yang diberikan kepada karyawan. Sedangkan pengembangan akan sangat diperlukan untuk memperkaya pengetahuan karyawan.
Selain itu beberapa aspek yang berkaitan dengan karyawan juga harus benar-benar diperhatikan dan dipahami dengan cermat. Bagaimanapun juga kualitas SDM yang baik akan berdampak pada perkembangan UKM untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Hubungan SIA dengan Efektifitas Pengendalian Internal Penjualan
Sistem informasi akuntansi penjualan yang diterapkan pada perusahaan garment di tanjungpinang .Kegiatan operasional usaha khususnya pada aktifitas penjualan pada swakarya busana dan karwikarya tidak terlepas dari peranan system informs akuntansi dalam menunjang efektifitas pengendalian internal penjualan yang digunakan mandjemn dlam mengelolah penjualan perusahan untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien .
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan . system informasi akuntansi yang ada pada usaha garment di tanjungpinang telah baik . hal ini dari  diterapkannya unsur-unsur SIA sebagai berikut:
a
a. Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam merekrut karyawan pemilik hanya menarik orang-orang yang sekampung dengan pemilik atau masih ada hubungan keluarga. Maka tidak heran ika para pegawai dan pedagang lebih banyak berasal dari daerah Bandung, Sumedang, dan daerah jawa barat lainnya.

      b.  Prosedur-prosedur
prosedur yang digunakan usaha ini adalah aktivitas penjualan tunai maupun kredit  . prosedur  yang membentuk system penjualan adalah perosedur penerimaan pesanan ,penyiapan barang ,penyerahan barang,pembayaran tunai .prosedur yang telah memenuhi syarat untuk membentuk system informasi akuntansi penjualan .syarat-syarat yang telah dipenuhi :

1.     Dapat dipahami
Informasi yang dihasilkan dari system dapat diphami oleh pengguna informasi

2.    Relevan
System tersebut relevan untuk dapat digunakan dalam pengambilan keputusan .

3.     Kendala
Informasi yang dihasilkan dari system tersebut memiliki kualitas andal serta dapat dipertanggung jawabkan


4.     Dapat dibandingkan
Menghasilkan laporan yang dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya data tentang proses bisnis data yang digunakan usaha ini seperberasal dari formulir-formulir penjualan .

5.    infrastruktur teknologi informasi
sudah menggunakan computer,telepon dan jaringan internet .

Efektifitas pengendalian internal penjualan yang diterapkan pada usaha
Efektifitas pengendalian internal penjualan yang diterapkan pada usaha suah mencerminkan pengendalian yang efektif dan efisien . hal ini dapat dilihat dari dilaksanakannya unsur :
a.    lingkungan pengendalian
b.    telah dilakukan secara efektif . hgal ini dapat dilihat dari faktir-faktor  sebagai berikut :
1. Integrasitas dan nilai etika
2. kebijakan dan pelatihan SDM
3. struktur organisasi
4. aktifitas pengendalian
5. informasi dan komunikasi

Bab IV

Penutup

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan, implikasi, dan saran sebagai berikut:

Kesimpulan

1. SAK mengandung berbagai standar yang harus diikuti dan dipedomani dalam menyusun laporan keuangan.Namun demikian, secara umum terdapat dua jenis standar yaitu “standar pengukuran” dan “standar pengungkapan”. “Standar pengukuran” merupakan standar yang digunakan dalam mengukur suatu kejadian yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan; kapan dan bagaimana menentukan nilai dari suatu transaksi. Sedangkan “standar pengungkapan” mengandung keharusan untuk mengungkapkan transaksi-transaksi tertentu supaya kejadian dan transaksi tersebut lebih dipahami oleh pamakai laporan keuangan.

2. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menyokong temuan penelitian terdahulu. Baik dengan menggunakan ukuran relevance maupun dengan menggunakan ukuran cost-effectivenes; SAK yang dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan di Indonesia lebih memberatkan bagi UKM dibandingkan usaha besar.

     3. Teknik dan proses akuntansi yang digunakan diterapkan UKM di Indonesia masing banyak terpengruh dengan sistem Tata Buku sehingga banyak yang tidak mampu menyiapkan laporan keuangan secara lengkap.
      Umumnya, UKM menggunakan buku kas harian yang kemudian dari buku tersebut disusun laporan laba rugi. Sedangkan untuk menyusun laporan keuangan lainnya, ditemui berbagai kesulitan sehingga banyak yang tidak mampu menyiapkannya

Saran
Dibutuhkan penelitian yang lebih luas dan sampel yang lebih banyak guna meningkatkan keyakinan tentang perlunya pihak-pihak yang berkompeten menyusun standar SAK yang khusus bagi UKM. Pakar Akuntansi yang bekerja dalam bidang lain diperkirakan juga harus dilibatkan sehingga dapat memberikan gambaran atau kesimpulan yang lebih luas.
Dibutuhkan penyusunan studi kasus tentang cara penyusunan laporan keuangan UKM dengan menggunakan pola penggabungan antara jurnal khsusus dengan buku besar dan atau buku pembantu dengan menambahkan kolom-kolom buku besar disamping kanan dari jurnal khusus yang dibuat. Diperkirakan laporan studi kasus seperti ini dapat dimanfaatkan untuk proses sosialisasi metode penyusunan laporan keuangan yang lebih sederhana ini.


Sumber :
http://rumah-akuntansi.blogspot.com/2013/10/makalah-sistem-informasi-akuntansi-sia_27.html
http://soma28.wordpress.com/2010/12/16/sistem-informasi-akuntansi-dalam-usaha-kecil/
http://sovi70-ovi.blogspot.com/2010/06/bab-ii-landasan-teori.html
http://www.umkm-soloraya.com/profil-perusahaan/karanganyar/genteng-pak-salimin
http://menjadiwirausaha.com/sistem-manajemen-sdm-terbaik-untuk-ukm/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar